Panduan Seduh
Resep dasar yang kami kalibrasi setiap hari, agar Anda bisa menghadirkan rasa yang sama di mana pun Anda menyeduh.
Mulailah dari parameter dasar ini, cicipi, lalu bebaskan diri Anda untuk menyesuaikan tingkat gilingan (grind size), suhu air, maupun rasionya. Selaraskan dengan peralatan Anda, dan bagikan pengalaman seduhan yang Anda temukan.
Waktu Rehat (Rest Time)
MEMBERI JEDA PADA SANGRAIAN
Biji kopi yang baru disangrai masih menyimpan gas yang terperangkap. Berikan sedikit waktu jeda agar karakter di dalam cangkir Anda menjadi lebih tenang, manis, dan jernih, bukan tajam atau bergas.
Filter
Istirahatkan setidaknya 14 hari. Profil light roast seringkali baru memekarkan potensi maksimalnya setelah tiga hingga empat minggu. Untuk biji ultra-light impor, masa rehat ini bisa memakan waktu hingga empat minggu.
Espresso
Tunggu sekitar 7–10 hari. Profil sangrai yang lebih gelap bisa diekstraksi lebih cepat, namun jika hasil seduhan masih terasa bergas, biarkan biji kopi beristirahat sedikit lebih lama.
Kopi yang telah melewati masa rehat ideal akan menghasilkan seduhan yang hidup, manis, dan bersih tanpa ada rasa tajam, gassy, atau hambar.
Penyimpanan
MENJAGA KESEGARAN
Setelah melewati masa rehat, lindungi biji kopi dari udara, panas, dan cahaya. Membagi porsi dan membekukannya adalah langkah terbaik. Kopi beku mengalami penurunan kualitas jauh lebih lambat dibandingkan kopi dalam kemasan yang terus dibuka-tutup.
metode penyimpanan
Jika menggunakan wadah besar, pastikan toples benar-benar kedap udara. Untuk retensi kesegaran maksimal, bagi kopi sesuai takaran seduh (misal 15 gram) ke dalam wadah single dose dan bekukan. Kopi beku mengalami penurunan kualitas jauh lebih lambat.
saat menyeduh
Ambil satu takaran single dose dari pembeku, atau ambil secukupnya dari toples kedap udara lalu segera tutup rapat kembali. Giling biji kopi sesaat sebelum diseduh. Meminimalisir kontak dengan udara adalah kunci agar setiap cangkir tetap bersinar dari awal hingga akhir.
Membuka satu kemasan besar berulang kali hanya akan mengundang udara masuk dan mempercepat oksidasi. Membekukannya dalam porsi tunggal memastikan setiap cangkir yang Anda seduh tetap bersinar dari awal hingga akhir.
Filter
RESEP DASAR
Takaran & Hasil
15 g → 225 – 250 g
Kami merekomendasikan rasio ekstraksi di kisaran 1:15 hingga 1:17.
Suhu Air
90–93 °C
Gunakan suhu air yang lebih tinggi untuk profil kopi washed, dan sedikit lebih rendah untuk kopi-kopi dengan proses pascapanen eksperimental (funky).
Waktu Seduh
2:30 – 3:30
Hampir semua kopi kami mencapai titik optimal dalam rentang durasi ini. Namun, bergantung pada alat seduh Anda, acuan waktu ini bisa jadi tidak mutlak. Jika hasil seduhan Anda sudah terasa nikmat di luar rentang waktu tersebut, abaikan saja angkanya. Jadikan durasi ini murni sebagai acuan kalibrasi.
Jumlah Tuangan
3-5 Kali
Untuk sebagian besar kopi kami, 3 kali tuangan (pours) sudah lebih dari cukup. Namun, untuk profil sangrai light roast, pertimbangkan 4 kali tuangan.
Mulai dari parameter ini, cicipi, lalu sesuaikan. Ingin rasa yang lebih manis? Naikkan ekstraksi Anda.
Menginginkan karakter yang lebih bright? Turunkan sedikit suhu airnya.
Espresso
RESEP DASAR & KALIBRASI
RISTRETTO
RATIO 1:1
Sangat pekat, intens, bertekstur tebal seperti sirup. Tingkat keasaman dan kemanisannya sangat padat tanpa rasa pahit.
ESPRESSO
RATIO 1:2
Rasa Balance, keasaman (acidity) yang bright di awal, manis yang round di tengah, dan sentuhan pahit cokelat yang menyenangkan di akhir (aftertaste).
LUNGO
RATIO 1:3
Tekstur lebih encer mirip teh. Rasa asam menurun drastis, digantikan oleh kepahitan, karamel, atau karakter floral.
BREWED COFFEE COMPASS
Rahasia utama dalam menggunakan kompas ini adalah kesabaran. Ubahlah satu variabel saja dalam satu waktu. Jika Anda sudah mengubah ukuran gilingan menjadi lebih halus, jangan mengubah rasio airnya. Dengan begitu, Anda tahu persis langkah mana yang berhasil membawa cangkir Anda menuju Zona Tengah.
